Selasa, 20 Oktober 2015

Tuhan Mencintai Kedamaian

Apakah kedamaian itu? kedamaian berasal dari kata damai yang memiliki arti kata yang positif. bahkan tidak ada satupun orang yang menolak suatu kedamaian. Definisi kedamaian juga sangat luas.Kedamaian bisa berarti Perdamaian dapat menunjuk ke persetujuan mengakhiri sebuah perang, atau ketiadaan perang, atau ke sebuah periode di mana sebuah angkatan bersenjata tidak memerangi musuh. Damai dapat juga berarti sebuah keadaan tenang, seperti yang umum di tempat-tempat yang terpencil, mengijinkan untuk tidur atau meditasi. Damai dapat juga menggambarkan keadaan emosi dalam diri dan akhirnya damai juga dapat berarti kombinasi dari definisi-definisi di atas.  Namun ada satu hal yang sangat mengusik dari kedamaian tersebut yakni adanya perselisihan tentang paham agama. Seperti contoh dalam kasus pembakaran Gereja di Aceh; pengerusakan Masjid di Tolikara, Papua; Pemberantasan kaum Rohingya; bahkan yang menjadi topic pembahasan di seluruh penjuru dunia yang tak henti menebar terror yakni ISIS. Hampir semua alasan pengerusakan tempat ibadah mengatas namakan Agama. Mereka melakukan hal tersebut atas dasar membela kebenaran Agamanya. Adanya pemikiran sempit dan penafsiran yang keliru membuat mereka mengabaikan nilai-nilai kemanusiaan dan kedamaian untuk membela dengan mengatasnamakan Tuhan. Namun menurut PK, film dari India yang menceritakan tentang seseorang yang mencari kebenaran atas Tuhan menganggap bahwa Tuhan tidak perlu dibela dan dilindungi, justru manusialah yang harusnya dilindungi dan dibela. Tuhan Maha Esa, Maha Besar, Maha Kuasa, jika Tuhan bisa menciptakan seluruh alam semesta yang begitu besarnya, dan manusia berusaha untuk melindungi Tuhan, Justru Tuhan tidak membutuhkan perlindungan, karena Tuhan itu Maha Esa, tak terbatas kuasaNya, tak terbatas ruang dan waktu serta Tuhan itu Kekal. Sedangkan manusia yang sarat dengan keterbatasan, bahkan suatu saat bisa meninggal karena takdir yang telah ditentukan oleh Tuhan. Namun pada dasarnya Tuhan adalah satu. Dan Agama merupakan jalan menuju kepada Tuhan, hanya saja cara beribadahnya yang berbeda, memiliki tatacara ibadah yang berbeda karena setiap agama memiliki cara yang khas dalam berekspresi untuk menunjukan komunikasi kepada Tuhan. Agama Katolik  melalui dokumen hasil dari Konsili Vatikan II yaitu Nostra Aetatea mengemukakan toleransi terhadap Agama Katolik dengan Agama yang bukan katolik. Salah satu kutipannya seperti berikut ini:
"Gereja Katolik tidak menolak apa pun yang dalam agama-
agama itu serba benar dan suci. Dengan sikap hormat yang tulus, Gereja merenungkan cara-
cara bertindak dan hidup, kaidah-kaidah serta ajaran-ajaran yang memang dalam banyak hal berbeda dari apa yang diyakini dan diajarkannya sendiri, tetapi tidak jarang toh memantulkan sinar kebenaran, yang menerangi semua orang."
Bahkan dalam 1 Yohanes 4:8 Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih diterangkan pula untuk saling mengasihi, karena Tuhan Allah sendiri adalah Maha Pengasih dan Pendamai bagi setiap umat manusia. Semua Agama mengajarkan bahwa Iman tanpa Perbuatan pada dasarnya adalah mati. Maka dari itu, menciptakan Kedamaian merupakan sebuah tindakan iman atas dasar perwujudan kepercayaan kita akan Tuhan, dan mewujudkannya dalam kehidupan sehari-hari adalah Perbuatan konkret yang dilaksanakan sebagai bukti bahwa kita mempercayai Tuhan sebagai Sang Pencipta. Sebagai umat beragama yang tentu mempercayai akan adanya Tuhan, sudah selayaknya kita membuat tindakan nyata menciptakan kedamaian dengan cara saling toleransi antar umat beragama. Saling menyayangi sesama manusia, karena pada hakikatnya manusia tidak dapat hidup sendiri.